Jumat, 10 Mei 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar

Manusia dan Penderitaan

Kali ini saya akan membahas tentang pengalaman saya sendiri atau bisa dikatakan “True Story” tentang penyesalan 

Saya akan bercerita dimulai pada saat saya berada di sebuah SMKN 1 Bojonggede, bisa dikatakan saya  baru kelas 4 SD sampai 1 SMA  orang yang gemar sekali bermain game (saya sekarang sudah kuliah) tapi tidak melupakan kewajiban saya  (saya seorang muslim) yaitu ibadah kepada allah dan juga belajar untuk masa depan , karena saya sangat sering bermain game banyak hal negative yang saya dapatkan, kenapa hal negative ?? karena saya bermain game online secara berlebihan padahal game online itu tidak akan merubah masa depan dan hanya kesenangan sesaat dan kebahagiaan sesaat pada saat memainkannya saja,
Hal negative yang saya rasakan adalah 

- Bohong

Ya ini lah ketika orang yang sudah maniac atau sudah terobsesi sama yang namanya game siapa saja bisa dibohongi mulai dari berbohong kepada orang tua, pacar, teman terdekat bahkan kepada Allah juga bisa berbohong .contoh seperti Berbohong kepada orang tua, padahal bilangnya ingin mengerjakan tugas di warnet tapi kenyataannya malah mai nSemua itu dilakukan agar kita bisa bermain game online agar tidak ada yg mengusik sepuas mungkin hingga kita merasa senang.

- Tidak Bisa mengatur keuangan dan akhirnya boros

Setiap bermain game dibutuhkan uang yang tidak sedikit untuk untuk bermain game diwarnet,  baik menyewa billing di warnet maupun membeli cash (donator) untuk bermain game. apalagi kalo kita sudah maniac, bisa semua cash dapat dibeli dalam memainkan satu game.  hanya hitungan jam dalam sehari kita bisa menghabiskan banyak uang, padahal jika kita berfikir pintar dan berfikir maju ke depan kita bisa mengumpulkan uang untuk membeli barang yang bermanfaat dan kelihatan wujudnya atau fisiknya daripada menghambur-hamburkan uang untuk hal yang belum tentu membuat masa depan kita menjadi cerah dan tidak kelihatan secara fisik.

- Waktu terasa lebih cepat 

Hal ini selalu dirasakan gamers dalam bermain game, waktu terasa cepat . seakan-akan waktu sejam terlewati hanya serasa 15 menit. Dan waktu 5 jam hanya terasa sejam saja. Jika waktu kita dimanfaatkan untuk hal baik seperti : berkumpul dengan teman-teman, belajar walaupun hanya sebentar, melakukan hobby yang kita sukai, menonton tv dalam tujuan untuk sharing kepada teman-teman terhadap berita yang sedang populer, melaksanakan kewajiban dan masih banyak lagi maka kita akan mendapatkan makna yang baik terhadap apa yang kita lakukan, daripada hanya duduk saja dan asik bermain game.

- Sering marah-marah

Yang ini sih udah pasti dirasakan oleh para gamers, apalagi kalo lagi kesel sama pemain game yang lain yang ada malah dendam beneran dan dibawa-bawa ke dunia nyata,  sekali diusik atau dicolek aja hati-hati deh buat yang suka jail, gamers losers bisa marah karena kita usik atau lagi kalah pada game yang dimainkan maka tidak sedikit gamers yang mengeluarkan kata-kata kotor atau melampiaskan kekesalan dengan merusak peralatan disekitar sepereti mouse, keyboard.

- Nilai pelajaran jadi terganggu

Akibat kita selalu fokus terhadap bermain game, yang kita fikirkan hanya bermain game,game dan game saja. Dan hal ini berdampak kepada pelajaran kita, kita jadi malas belajar, jadi sering nyontek kalau lagi ulangan,  sering bolos karena dari rumah sudah berniat untuk bermain game.

- Lupa ibadah atau meninggalkan kewajiban manusia

Nah ini selalu sering dilakukan oleh para gamers, saya sendiri pun menyesal karena saya selalu asyik dalam bermain game, akhirnya saya selalu ketinggalan untuk shalat, padahal kalau difikir-fikir yang memberi rezeki itu adalah allah swt, yang menciptakan kita adalah allah swt, dan kita akan kembali kepadanya. Malah kita sering meninggalkan kewajiban shalat, meninggalkan perbuatan baik dan tidak bersyukur terhadap apa yang sudah diberikan oleh allah swt.

- Dan yang terakhir adalah Mata terkena minus

Ini sih pengalaman saya banget, saya sampai tidak memperdulikan mata saya, mata saya terkena minus karena terlalu sering bermain game sejak SD, saya terkena minus mata kanan 2,5 sedangkan mata kiri 2,75. Ya cukup parah untuk mata selevel dengan umur seperti saya. Karena minus nilai mata pelajaran saya pas-pasan dan akhirnya konsentrasi saya terganggu akibatnya saya tidak bisa melihat ke papan tulis, sungguh pada saat itu yang saya rasakan sungguh menyesal karena saya sudah menyia-nyiakan pemberian mata dari Allah SWT, untungnya allah masih sayang kepada saya, orang tua saya menyadari kalau saya minus, akhirnya saya dibelikan sebuah kacamata, dan saya mulai saat itu berjanji untuk tidak sering bermain game, saya memutar mainset saya untuk tidak bermain game lagi. Dan akhirnya saya berhasil sampai sekarang dan hampir jarang sekali saya untuk bermain game .Bisa dikatakan “kalau ada usaha pasti ada jalan”, dan ternyata benar. Saya bisa menakhlukan perkataan itu.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar