Selasa, 30 Juni 2015

Review Radeon R9 Fury X: VGA Gaming AMD Terbaik Saat Ini!


Nama “Fury X” belakangan ini tengah menjadi fenomena tersendiri. Graphics card “revolusioner” dari AMD tersebut tentunya menimbulkan rasa ingin tahu dari banyak sekali PC enthusiast, terutama karena Fury X menggunakan memori baru yang pertama kalinya digunakan di graphics card, yaitu HBM. Kami cukup beruntung bisa memuaskan rasa ingin tahu dari Anda, semua pembaca Jagat Review! Ya, kami mendapatkan kesempatan untuk mencoba graphics card baru itu!

AMD secara resmi mengumumkan kehadiran Fury X, yang kebetulan sudah mampir di lab kami beberapa hari lalu. AMD sendiri mengklaim bahwa Fury X tersebut ditargetkan untuk Anda yang bermain pada resolusi 4K. Nah karena tuntutan jaman yang sudah semakin berkembang, kami mencoba untuk membuat pengujian yang baru dan lebih update dari biasanya. Kami saat ini menggunakan dua buah resolusi yang berbeda, yakni 1920×1080 dan 3840×2160 untuk mewakili resolusi yang sering digunakan para gamer sat ini.
Untuk pemilihan game-nya sendiri, kami melakukan sebuah poling di grup Facebok JKPK beberapa waktu lalu dan memilih beberapa game baru favorit pembaca setia JagatReview.


Capture

Hasil polling game

Kami mengambil 5 game teratas yang paling banyak dipilih oleh pembaca, yakni GTA V, The Witcher 3, Battlefield 4, Farcry 4, dan Assasin Creed Unity. Project Cars sendiri tidak kami pilih dikarenakan tidak konstan-nya nilai yang kami dapat saat melakukan benchmark. Untuk Batman : Arkham Knight sendiri, waktu peluncurannya pada tanggal 23 Juni kemarin memberikan waktu yang sangat sempit untuk kami melakukan benchmark di game tersebut. Kami juga menambahkan beberapa game, seperti Metro Last Light, Bioshock Infinite, dan Shadow Of Mordor.
Selain game baru, kami juga menggunakan testbed berbeda dari sebelumnya, so enjoy the review with our new hardware and game!

Platform Pengujian AMD Radeon R9 Fury X!

  • Prosesor: Intel Core i7 5960X @3.5 GHz
  • Motherboard: Gigabyte X99 SOC-Force
  • Graphics Card:
    AMD Radeon R9 200/HD 7000
    NVIDIA GeForce GTX 900/GTX 700/GTX 600
  • Memory: 4x 4GB Kingston Fury DDR4 (@2666 MHz; 1.2 V)
ME-KD4421F14x4 (1)
  • Storage: 2x Kingston HyperX Fury 240 GB
3d_front
  • Power Supply: Corsair AX1200
corsair ax1200
  • CPU Cooler: Corsair H100
corsair h100
  • Casing: Corsair 500R
corsair carbide 500r white
  • Display: ASUS Monitor 4K @3480 x 2160 pixels
  • Input: Generic Keyboard and Mouse
  • OS: Windows 7 Ultimate 64-bit SP1
  • Driver:
    Catalyst: 15.5 (*)
    Forceware
    : 353.12

 cepek

R9 Fury X masih menggunakan arsitektur GCN dengan chip Fiji XT sebagai otaknya. Menggunakan Maximum GPU Clock sebesar 1050 MHz, Fury X kali ini hadir dengan teknologi memori yang berbeda daripada graphics card biasanya. Radeon R9 Fury X memiliki memory clock 500 MHz atau hanya 1000 MHz (effective) yang tergolong kecil dibandingkan keluarga graphics card GCN sebelumnya, terutama untuk seri terkencangnya, HD 7970 GHz dan R9 290X. Namun, memory interface dari Fury X mencapai 4096-bit, berbeda jauh dengan kedua graphics card yang kami bandingkan diatas. Untuk TDP sendiri, Fury X memiliki TDP di kisaran 275 Watt, yang berarti lebih kecil 15 Watt daripada R9 290X dan lebih tinggi 25 Watt dari generasi pertama GCN.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2015/06/review-radeon-r9-fury-x-vga-gaming-amd-terbaik-saat-ini/

First Look Motherboard MSI 990FXA Gaming



Kali ini kami kedatangan sebuah motherboard yang cukup unik. MSI mengirimkan varian terbaru dari seri motherboard gaming. Motherboard ini mengusung chipset kelas enthusiast dari AMD, yaitu 990FX. Yang membuat produk ini cukup unik adalah ini adalah motherboard AMD pertama yang mengusung teknologi USB 3.1. Penasaran seperti apakah motherboard terbaru MSI ini? Simak first look dari MSI 990FXA Gaming hanya di jagatreview.com 
MSI_990FA_Gaming_02


Bagi pencinta motherboard MSI pasti kenal sekali dengan lambang naga merah yang sudah menjadi ciri khas seri gaming. Lengkap dengan label baru yang menyatakan bahwa motherboard ini sudah mengusung standard baru dari USB 3.1. Ini menjadikannya motherboard pertama AMD yang menggunakan standard baru I/Otersebut.
MSI_990FA_Gaming_03  

Disandingkan kemasan disamping motherboard terlihat kesamaan tema. Motherboard mengusung tema hitam merah yang senada dengan kemasannya. Faktor estetis ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar seri gaming.

Perlengkapan yang menyertai motherboard terbilang cukup lengkap. Mulai yang bersifat fungsional seperti kabel sata, I/O backplate cover, SLI bridge dan label kabel sata hingga yang bersifat kosmetik seperti door hanger dan sticker. Selain itu motherboard ini juga menyertakan dokumentasi yang cukup lengkap dalam bentuk manual book dan quick install guide.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2015/06/first-look-motherboard-msi-990fxa-gaming/

Computex 2015: Lebih Dekat dengan Motherboard Gigabyte Z170X Gaming G1


Pada Computex 2015, Gigabyte memperkenalkan produk motherboard generasi terbaru mereka untuk platform Intel Skylake. Sejauh ini lini Ultra Durable Series dan G1 Gaming Series sudah menampakkan dirinya dan masih menunggu debut perdana untuk Overcloking Series. Tampaknya untuk Overclocking Series dibutuhkan pengembangan lebih mendalam untuk hasil produk yang optimal.



Dibandingkan Ultra Durable Series, sejumlah model G1 Gaming Series menampilkan wajah baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Beberapa di antaranya seperti Gigabyte Z170X Gaming G1, Gigabyte Z170X Gaming GT, dan juga Gigabyte Z170X Gaming 7. Menariknya di antara tiga model tersebut, Gigabyte Z170X Gaming G1, kasta tertinggi motherboard G1 Gaming berbasiskan chipset Intel Z170, kemungkinan besar akan masuk pasar Indonesia begitu Intel resmi meluncurkan prosesor Core i generasi enam mereka. Oleh karena itu sambil kita menantikan hadirnya motherboard tersebut di pasar Indonesia, tidak ada salahnya kita melihat-lihat terlebih dahulu apa saja yang Gigabyte Z170X Gaming G1 tawarkan kepada calon pembelinya nanti.


Computex 2015 Gigabyte Z170X Gaming G1 Board


Debut platform Intel generasi terbaru disikapi Gigabyte dengan melakukan perombakan penampilan pada sejumlah produk motherboard mereka seperti Gigabyte Z170X Gaming G1. Kesan futuristik sekaligus sporty sukses ditampilkan Gigabyte melalui perombakan desain sejumlah komponen dan dipadukan dengan color scheme terbaru, putih dan merah mengilap dengan hitam tetap mendominasi sebagian besar warna komponen. Gigabyte Z170X Gaming G1 menggunakan PCB dengan faktor bentuk ATX dimana hal tersebut membuat pengguna tidak sulit untuk menentukan casing yang cocok digunakan dengan motherboard tersebut.


Computex 2015 Gigabyte Z170X Gaming G1 Processor Socket Area


Gigabyte Z170X Gaming G1 dilengkapi soket tipe LGA1151 dan siap mengakomodir seluruh model prosesor Intel berbasiskan arsitektur CPU Skylake. Gigabyte menggunakan komponen VRM dengan desain 20-phase power dimana hal tersebut mengindikasikan motherboard tersebut telah dipersiapkan agar mampu menangani prosesor dan memori saat diajak “berlari” di atas kemampuan standarnya. Komponen VRM telah dilengkapi heatsink pasif, lengkap dengan heatpipe, untuk menjaga temperatur tetap berada pada batas normal. Menariknya, kemampuan heatsink VRM tersebut dapat ditingkatkan dengan menghubungkannya pada sistem pendingin liquid cooling.


Computex 2015 Gigabyte Z170X Gaming G1 Onboard Buttons & Debug LED


Gigabyte Z170X Gaming G1 dilengkapi sejumlah tombol operasional yang diletakkan tepat disebelah empat buah slot memori DDR 4. Terdapat tombol power on/off, reset, Clear CMOS, OC, dan juga ECO. Untuk fungsi dua tombol terakhir akan kita ketahui lebih lengkapnya saat motherboard ini resmi dirilis. Terdapat pula 2-digit Debug LED untuk informasi cepat mengenai kondisi sistem.


Computex 2015 Gigabyte Z170X Gaming G1 Expansion Slots


Gigabyte Z170X Gaming G1 dilengkapi empat buah slot PCI Express 3.0 x16 dan mendukung konfigurasi AMD CrossfireX dan NVIDIA SLI hingga empat graphics card. Menariknya, empat slot PCIe 3.0 x16 tersebut dilengkapi penguat dari bahan logam sehingga mampu mengakomodir graphics card besar dengan beban besar. Terdapat pula empat slot PCIe x1 untuk mengakomodir perangkat ekspansi tambahan. Tepat di sebelah slot PCIe x16 nomor empat terdapat konektor daya SATA untuk memastikan kecukupan suplai daya pada slot PCIe saat menggunakan empat graphics card. Sementara itu di antara slot PCIe x16 nomor dua dan tiga beserta tiga dan empat dapat ditemukan konektor M.2 dengan konektivitas PCIe 3.0 x4 dengan kemampuan menyalurkan data hingga 32 Gbps.

Di samping kiri slot ekspansi dapat ditemukan komponen audio Gigabyte Z170X Gaming G1. Motherboard ini telah dilengkapi chip audio kelas premium dari Creative yaitu Sound Blaster ZxRi dengan nilai SNR (Signal to Noise Ratio) hingga 120 dB. Tentu saja Gigabyte juga menanamkan kapasitor audio khusus yang dikombinasikan dengan chip amplifier sehingga keluaran audio dapat dimaksimalkan hingga batas tertinggi.

Computex 2015 Gigabyte Z170X Gaming G1 SATA Ports

Gigabyte Z170X Gaming G1 menyediakan tiga buah port SATA Express dengan kemampuan mengalirkan data hingga 16 Gbps. Sedangkan jika menggunakan port SATA III 6Gbps, motherboard ini dapat mengakomodir hingga 10 buah HDD/SSD.

Computex 2015 Gigabyte Z170X Gaming G1 Backpanel IO

Gigabyte Z170X Gaming G1 memanjakan pengguna dengan memberikan port USB melimpah. Pada sisi backpanel I/O motherboard dapat ditemukan enam buah port USB 3.0 (biru), satu port USB 3.1 type-A (merah), satu port USB 3.1 type-C, satu port USB (putih) untuk update BIOS tanpa menyalakan sistem, dan dua port USB (kuning) untuk mengakomodir perangkat USB DAC/USB soundcard dengan jalur daya listrik khusus sehingga mengurangi gangguan gelombang elektromagnetik dari komponen lain. Terdapat pula port HDMI 2.0 yang siap dipasangkan dengan perangkat display 4K dengan tingkat refresh rate 60 Hz. Untuk keluaran suara, motherboard menyediakan lima konektor audio 3,5 mm berlapis emas beserta S/PDIF out.
Berbicara mengenai komponen network, Gigabyte melengkapi motherboard ini dengan dua konektor LAN/RJ-45 dengan chip Intel dan Killer E2200. Tidak ketinggalan motherboard ini menyediakan modul Wi-Fi dengan chip Qualcomm Atheros Killer.
Berdasarkan informasi singkat yang kami dapatkan melalui Bapak Benny Lodewijk sebagai perwakilan dari PT. Nusantara Jaya Teknologi, Gigabyte Z170X Gaming G1 memang memiliki kemungkinan besar untuk masuk ke pasar Indonesi beserta model motherboard Intel Skylake lainnya.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2015/06/computex-2015-lebih-dekat-dengan-motherboard-gigabyte-z170x-gaming-g1/

Sekilas Teknologi Terbaru dibalik Prosesor Mobile Intel Atom x3/x5/x7




Ajang MWC (Mobile World Congress) 2015 menjadi momen tepat bagi Intel untuk memperkenalkan lini SoC (System on Chip) Atom generasi terbaru mereka. Diperkenalkan dengan skema nama terbaru, SoC Intel Atom x3/x5/x7 siap menjadi otak untuk perangkat komputasi mobile seperti smartphone, tablet, phablet, dan juga 2-in-1 (tablet dengan keyboard docking). Teknologi generasi terbaru seperti apakah yang ditanamkan Intel ke dalam Atom x3/x5/x7? Simak ulasan singkat kami berikut ini.

Intel Atom x3 C3000 Series

Intel Atom X 10
Intel Atom X 04 fix


Lini Intel Atom x3 Series yang dilengkapi modem terintegrasi SoFIA ditargetkan untuk mengakomodir perangkat mobile kelas entry level dengan harga paling ekonomis. Intel menghadirkan tiga tipe SoC Atom x3 dimana seluruhnya dibangun dengan menggunakan proses fabrikasi 28 nm. Intel Atom x3 dapat ditemukan pada perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan phablet berbasiskan sistem operasi Google Android atau Microsoft Windows dengan taksiran harga tertinggi berada pada angka $149.


Intel Atom X 05


Intel Atom x3-C3130 merupakan model paling ekonomis dari lini Atom x3 dimana di dalamnya terdapat CPU dual core dengan clock speed 1 GHz dan telah mendukung instruksi 64-bit. Pada lini Atom x3, Intel tidak menggunakan GPU mereka sendiri melainkan buatan ARM yaitu Mali. Intel Atom x3-C3130 sendiri menggunakan GPU Mali-400 MP2. Untuk konektivitas, di dalam SoC Intel Atom x3-C3130 telah ditanamkan modem 3G/2G, Wi-Fi bgn, Bluetooth 4.0, beserta unit GPS.


Intel Atom X 06


Sementara itu untuk Intel Atom x3-C3230RK merupakan hasil kolaborasi dengan produsen asal negeri tirai bambu dimana Intel memberikan lisensi kepada Rockchip untuk memproduksi SoC tersebut. Intel Atom x3-C3230RK dilengkapi CPU quad core dengan clock speed 1,2 GHz dan telah mendukung instruksi 64-bit. Untuk unit GPU, SoC tersebut menggunakan Mali-450 MP4. Berbeda dengan Intel Atom x3-C3130 dengan dukungan tipe memori hanya LPDDR2, Atom x3-C3230RK mendukung tipe memori LPDDR2/LPDDR3 dan DDR3/DDR3L. Untuk konektivitas, Intel Atom x3-C3230RK memiliki kemiripan dengan Atom x3-C3130 dimana di dalamnya terdapat modem 3G/2G, Wi-Fi bgn, Bluetooth 4.0, beserta unit GPS.


Intel Atom X 07


Sedangkan untuk model tertinggi Atom x3 yaitu Intel Atom x3-C3440 telah ditenagai CPU quad core dengan clock speed 1,4 GHz dan dukungan instruksi 64-bit beserta GPU Mali-T720 MP2. Intel Atom x3-C3440 dapat dipasangkan dengan memori tipe LPDDR2 dan LPDDR3. Berbeda dengan dua model di bawahnya, Intel Atom x3-C3440 telah mendukung konektivitas LTE-4G beserta pula 3G/2G, Wi-Fi ac, Bluetooth 4.0, NFC, beserta unit GPS.


Intel Atom X 08
Intel Atom X 09


Untuk performa, lini Atom x3 diperkirakan akan mampu menawarkan kemampuan 1,5x hingga 1,8x lebih kencang dibandingkan kompetitornya di kelas serupa. Tentu saja kami masih menantikan hasil pengujian sebenarnya saat perangkat mobile yang menggunakan Intel Atom x3 telah masuk ke pasaran.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2015/03/sekilas-teknologi-terbaru-dibalik-prosesor-mobile-intel-atom-x3x5x7/

Review Capdase Flexi: Phone Holder Besar, Kokoh, dan Sporty


Capdase saat ini lebih dikenal dengan casing smartphone yang memiliki kualitas tinggi. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, Capdase mengeluarkan banyak perangkat aksesoris yang mendukung gadget-gadget masa kini. Salah satunya adalah phone holder untuk mobil.


Capdase Flexi - Depan
Di meja pengujian Jagatreview, telah datang Capdase Flexi Sport Car Mount. Berbeda dengan kebanyakan phone holder yang ada di pasaran, Capdase Flexi memiliki desain yang kokoh. Seperti apakah desain kokoh tersebut? Kita akan bahas pada segmen berikutnya.

Capdase Flexi - Belakang
Capdase Flexi tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu hitam, merah, dan putih. Sesuaikan saja dengan warna pilihan Anda saat membelinya.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2015/04/review-capdase-flexi-phone-holder-besar-kokoh-dan-sporty/

Review Samsung Galaxy S6: Smartphone Android Kencang dengan Feature Lengkap

Samsung Galaxy S6

Samsung mulai mengubah konsep desain yang sejauh ini selalu terlihat di berbagai smartphone keluarannya. Dimulai dari Galaxy Alpha, beberapa produk Samsung sekarang khususnya di kelas menengah ke atas akhirnya mengadopsi bodi berbahan full metal. Perubahan yang cukup terasa mengingat selama ini material plastik selalu melekat erat di image Samsung, bahkan di kategori flagship sekalipun.
Sang produsen asal Korea Selatan kini seolah tampil beda dengan desain yang tentunya terus diperbaiki; Salah satu kerja keras mereka adalah ketika menggarap Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge. Samsung sendiri menyebut Galaxy S6 sebagai ‘Project Zero’ dimana mereka seolah memikirkan semuanya dari nol, mulai dari desain hingga berbagai feature yang dibenamkan, dan menyesuaikan dengan masukan dari para pengguna selama ini.

Samsung Galaxy S6 3

Kini Galaxy S6 sudah hadir di meja pengujian JagatReview. Ketika pertama kali mengeluarkannya dari box penjualan, smartphone flagship yang baru-baru ini rilis di Indonesia itu memang nampak jauh berbeda dibanding pendahulunya. Seperti yang kami jelaskan di artikel Hands-On Review beberapa waktu yang lalu, ada peningkatan yang sangat signifikan pada penampilan Galaxy S6 selain soal material metal.
Bodinya terlihat tipis dengan sudut-sudut melengkung di keempat sisinya. Di bagian depan dan belakang, Samsung melapisinya dengan kaca (Gorilla Glass 4). Yang menarik, kaca ini terdiri dari beberapa layer yang membuatnya mampu merefleksikan cahaya sehingga bisa mengeluarkan warna yang berbeda, tergantung sudut pandang.
Samsung Galaxy S6 5

Galaxy S6 sangat nyaman digenggam. Terasa sekali material berkualitas tinggi di setiap inci dari bodinya. Berbeda dengan seri Edge yang memiliki layar lengkung di kiri dan kanannya, Galaxy S6 tetap mengandalkan tombol fisik untuk power sekaligus lock/unlock dan pengaturan volume. Pihak perusahaan juga tidak menghilangkan ciri khas tombol Home fisik di bagian bawah layar.
Bagi mereka yang ingin terlihat lebih menawan, Samsung telah menggandeng nama-nama besar dalam rangka bekerjasama menyediakan casing tambahan untuk Galaxy S6 dan S6 Edge. Sebut saja Mont Blanc, Swarovski, Kade Spade, RebeccaMinkoff, Britto, dan Burton. Pilihannya sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan gaya dari si pengguna.

Galaxy S6 CPU Z
Screenshot_2015-05-22-19-23-17

Beralih ke spesifikasi, Galaxy S6 menggunakan layar Super AMOLED berukuran 5,1 inci dengan resolusi Quad HD. Performanya didukung SoC Exynos 7420 64-bit dengan prosesor octa-core yang terdiri dari quad-core Cortex-A57 berkecepatan 2.1Ghz dan quad-core Cortex-A53 1.5Ghz dengan GPU Mali-T760MP8. Samsung juga membenamkan RAM 3GB dan pilihan storage internal dengan kapasitas 32GB, 64GB, dan 128GB. Namun untuk pasar Indonesia, saat ini hanya tersedia versi 32GB. Perlu diingat bahwa Galaxy S6 tidak memiliki slot microSD.

Kamera belakang pada Galaxy S6 berbekal sensor 16 megapixel f1.9 yang diklaim mampu menangkap gambar terbaik bahkan di kondisi minim cahaya. Selain itu, ada pula feature Real-Time HDR, Optical Image Stabilization, dan phase-detection autofocus. Sedangkan kamera depannya menggunakan sensor 5 megapixel f1.9 untuk memenuhi kebutuhan para pencinta selfie
Smartphone yang dibanderol seharga Rp 9.499.000 ini menggunakan sistem operasi Android 5.0.2 Lollipop 64-bit dengan TouchWiz UI. Semuanya didukung dengan baterai 2550mAh non-removable lengkap dengan feature fast-charging yang diklaim mampu mengisi daya hingga penuh dalam waktu 80 menit. Jangan lupakan pula feature-feature menarik lainnya seperti fingerprint scanner, heart rate sensor, dan NFC. Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana performa dari Galaxy S6, kita simak dulu paket penjualannya.

Sumber :  http://www.jagatreview.com/2015/05/review-samsung-galaxy-s6-smartphone-android-kencang-dengan-feature-lengkap/

Review ZenFone 2 ZE551ML: Smartphone Android Lollipop Intel Moorefield Kencang RAM Lega

Dengan mengeluarkan smartphone Android Zenfone, ASUS pun memiliki porsi tersendiri di hati para pemakainya. Hanya dengan satu tahun saja, smartphone yang satu ini pun dipakai oleh para profesional sampai dengan para petani di sawah-sawah. Dan untuk mengulang kesuksesan dari Zenfone generasi pertama, ASUS kembali meluncurkan generasi terbaru smartphone dengan platform Intel mereka dengan Zenfone 2.
Mungkin sebagian orang akan merasa bingung dengan penamaan dari Zenfone 2. Yang nantinya akan beredar di Indonesia adalah Zenfone 2 dengan versi ZE550ML dan ZE551ML. Perbedaan paling terasa dari keduanya adalah resolusi layar, di mana ZE550ML menggunakan layar 720p dan ZE551ML 1080p. ZE551ML pun dibedakan berdasarkan kapasitas RAM dan storage internal.
ASUS Zenfone 2 yang kami dapatkan adalah ZE551ML yang memiliki RAM 4GB dengan storage internal 32GB. Kami juga mendapatkan versi yang menggunakan RAM 2GB dengan storage internal 16GB. Keduanya memiliki bentuk desain yang sama, seperti juga halnya ZE550ML yang ada dipasaran.


ASUS Zenfone 2 ZE551ML memang merupakan smartphone Android pertama yang menggunakan RAM 4GB. Smartphone ini juga menggunakan dual 32bit memory bandwidth (yang ASUS sebut sebagai 64 bit bandwidth memori) sehingga meningkatkan transfer data dari dan ke RAM. Penggunaan Intel Moorefield juga membuat smartphone ini mendukung instruksi 64-bit.
Kali ini, ASUS memilih untuk menaruh tombol volume dibagian belakang. Menurut sang CEO, Jerry Shen, hal ini dilakukan karena ASUS menginginkan desain ramping pada bagian sampingnya. Benar saja, bagian kanan dan kiri dari smartphone ini hanya memiliki ketebalan sekitar 5,4 mm saja. Bagian tengahnya mencapai 10 mm.


ASUS Zenfone 2 - CPUZ CPU
ASUS Zenfone 2 - CPUZ Sensor


ASUS Zenfone 2 menggunakan SoC Intel Moorefield dengan prosesor quad core Atom Z3580 berkecepatan 2,3 GHz untuk yang menggunakan RAM 4GB dan Z3560 berkecepatan 1,8 GHz serta menggunakan GPU PowerVR G6430. Untuk yang menggunakan RAM 4 GB, sampel produk yang kami dapatkan menggunakan storage internal dengan kapasitas 32 GB dan untuk RAM 2 GB menggunakan 16 GB. Layar IPS 5,5 inci yang digunakan memiliki resolusi 1080p dengan rasio layar berbanding body-nya adalah 72%. Sistem operasi yang digunakan adalah Android Lollipop.

Sumber : http://www.jagatreview.com/2015/05/review-zenfone-2-ze551ml-smartphone-android-lollipop-intel-moorefield-kencang-ram-lega/
 

AMD Boyong Tiga GPU Anyar ke Indonesia

http://images.detik.com/content/2015/06/30/317/080204_amd.jpg 

Setelah diluncurkan di ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2015, AMD akhirnya memboyong lini GPU anyarnya ke Indonesia. Mereka adalah Radeon R9 dan R7 300 serta R9 Fury X. Ketiganya diposisikan untuk kelas konsumer yang berbeda.

Yang paling tinggi tentulah Radeon R9 Fury X, dengan memori GDDR 5 4.096 bit yang dilengkapi dengan teknologi high-bandwidth memory (HBM). Hasilnya, GPU ini punya memori dengan jalur memori yang 60% lebih besar dibanding pendahulunya.

AMD mengklaim fitur yang terintegrasi di chip Fiji ini bisa memberikan kinerja per watt 3 kali lipat lebih besar dibanding GDDR5 biasa. HBM juga membuat ukuran kartu grafis bisa semakin kecil, karena lebih irit tempat. Setiap 1 GB memori HBM memakan tempat 95% lebih sedikit dibanding GDDR5 konvensional.

Hasilnya, sebuah kartu grafis kelas enthusiast bisa dibuat dengan ukuran sekitar 7,5 inch atau 19 cm saja. Secara default, AMD membekali GPU ini dengan dua buah konektor 8 pin, dan konsumsi dayanya sekitar 375 watt. Namun AMD menyarankan penggunaan power supply dengan daya setidaknya 700 watt untuk GPU ini.

Radeon R9 dan R7 300

Berbeda dengan Fury, dua GPU ini punya kelas yang berbeda. R9 300 sejak awal diplot oleh AMD untuk memainkan game dengan resolusi 4K. Selain itu GPU ini juga didesain untuk penggunaan perangkat virtual reality (VR), dengan teknologi AMD LiquidVR. Serta dilengkapi dengan AMD FreeSync agar bisa disinkronisasi dengan monitor dengan teknolgi sejenis.



"Untuk GPU AMD Radeon 390 adalah penawaran yang bagus karena mempunyai memori GDDR5 sebesar 8GB‎. Sudah bisa digunakan untuk API terbaru dan dilengkapi dengan teknologi VSR," ujar Richard Huddy, AMD Chief Gaming Scientist, saat meluncurkan kartu grafis ini di Jakarta, Senin (29/6/2015).

Sementara R7 300 diklaim mampu menjalankan game online -- biasanya tergolong game ringan -- dengan frame rate lebih dari 60 fps di resolusi 1440p. Selain itu, kartu grafis dengan chip R7 300 ini juga akan bisa menjalankan game dengan format multi monitor, alias AMD Eyefinity.

Semua kartu grafis teranyar tersebut dilengkapi dengan fitur-fitur anyar seperti DirectX 12, OpenGl 4.5, dan Vulkan. Dan sudah tersedia di pasaran mulai pertengahan Juni 2015 dengan harga mulai USD 109 hingga USD 649.

Sumber : http://inet.detik.com/read/2015/06/30/075950/2955707/317/amd-boyong-tiga-gpu-anyar-ke-indonesia


Sony Ditodong Bikin Ponsel 'Made in Bollywood'



 http://images.detik.com/content/2015/06/30/317/102441_sony.jpg

Sony sedang mempertimbangkan dengan matang untuk membangun pabrik ponselnya di India. Hal ini sebagai jawaban Sony atas inisiatif ponsel 'Make in India' yang didorong oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

Managing Director Sony India Kenichiro Hibi pun menyebut respons Sony tersebut bukan pepesan kosong, namun sudah dipertimbangan dengan sangat serius.

Sebelumnya, PM Modi mendorong inisiatif 'Make in India' kepada para pelaku bisnis agar tak cuma menjadikan Negeri Bollywood itu sebagai importir, melainkan juga produsen.

Sejak saat itu, mulai terlihat aksi nyata dari sejumlah perusahaan untuk membangun fasilitasnya di India. Mulai dari Foxconn, Samsung yang menjadikan India sebagai basis ponsel Tizen Z1, serta yang tengah melakukan penjajakan adalah Sony.

"Tentu saja, berkat inisiatif dari PM Modi, entah bagaimana caranya kami harus mengikuti aturan dan strategi dari negara ini (India-red.). Kami sedang dalam pembicaraan tentang bagaimana dapat mendukung arahan negara," kata Hibi, seperti dilansir GSM Arena, Selasa (30/6/2015).

"Namun sampai saat ini kami masih belum bisa memberi komentar yang lebih detail. Hanya saja kami serius untuk mempelajari bagaimana dapat mengikuti aturan yang ditetapkan perdana menteri," lanjutnya.

Sumber : http://inet.detik.com/read/2015/06/30/102001/2955881/317/sony-ditodong-bikin-ponsel-made-in-bollywood