Jumat, 10 Mei 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar 2



Manusia dan Cinta Kasih


Assalamualaikum Wr. Wb

Hai para blogger..JKali ini saya akan membahas tentang kisah percintaan yang saya alami (True Story) yaitu kisah nyata. Sebelum masuk ke pengalaman kisah percintaan yang saya alami, ada yang tau arti CINTA ?

Menurut saya, cinta itu adalah sebuah kasih sayang yang diberikan oleh tuhan yang nilainya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata atau harta (tidak bisa dibeli).  Cinta itu tidak memandang sifat baik maupun buruk seseorang dan kekurangan fisik baik maupun buruk seseorang .karena cinta yang benar itu adalah cinta yang bisa menerima kekurangan setiap pasangan yang kita, karena kita akan sadar bahwa Allah SWT telah menciptakan manusia dengan mempunyai kelebihan yang berbeda-beda dan mempunyai kekurangan yang berbeda-beda. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna kecuali  Allah SWT.

Baik, jika sudah bisa mengerti arti cinta saya akan menceritakan pengalaman percintaan saya.

                Dimulai sejak kelas 3 SMA, saya mempunyai pacar yang bernama tyas.Saya mencintai dia karena dia seseorang yang memakai kerudung/berjilbab.Entah kenapa saya sangat suka dengan perempuan tertutup. Saya juga mempunyai sifat yang bisa dibilang suka marah-marah, overprotectif(banyak larangan) ,cemburu berlebihan tapi dibalik itu semua saya melakukan itu karena saya sangat sayang dan cinta sekali kepada pasangan saya (tyas), saya juga sangat serius dalam hubungan yang saya jalani.

Yang paling saya syukuri adalah ketika dia bisa menerima sifat saya dan menuruti apa yang saya katakan. Dari situ saya bisa lihat seberapa seriusnya dia dalam berhubungan dengan saya, saya juga sangat mensyukuri itu semua, karena semua itu diberikan oleh Allah SWT.Bisa dibilang dia adalah perempuan yang sudah menakhlukan hati saya, karena perlakuan dia yang benar-benar perhatian sekali kepada saya.
 Dimulai pada waktu saya SMA pada jam istirahat dia selalu membawa bekal makanan dari rumah ,dia membawakan bekal untuk kami makan berdua dan dia rela berbagi dengan saya. Banyak maupun sedikit bekal yang dibawanya, dia tidak pelit untuk berbagi kepada saya.Dia juga rela bangun pagi untuk memasak bekal yang dibawa untuk kami makan berdua.
Kedua, dia selalu memperhatikan saya dan dia selalu mengajak ke kelasnya untuk bercanda dan ngobrol bareng semua itu dilakukan pada saat ada jam kosong, dia selalu memanggil saya lewat jendela kelas (kebetulan kelas kami bersebelahan).
Ketiga, dia selalu datang pagi untuk bertemu dengan saya, dia memanfaatkan waktunya untuk bertemu dengan saya dan waktu pulang jam sekolah dia rela untuk menunggu saya.
Keempat, dia tidak marah atau dia tidak seperti perempuan-perempuan yang lain yaitu : dia tidak memandang kekurangan saya, dia terima saya bahwa saya tidak mempunyai motor, dia tidak bersedih ketika teman-teman dia mengejeknya karena saya tidak bisa mengantar dia, malah saya yang selalu ditawarkan oleh dia untuk pulang bareng (naik motor dia).
Kelima, dia sering bersedih ketika saya marah dan dia sering mengatakan “udah dunk marahnya” dan sampai dirumah kita baikan lagi dan telfon-telfonan lagi.Dia sangat bersedih ketika saya emosi dan dia adalah perempuan yang sabar, dia juga selalu mengajak saya untuk shalat.
Keenam, dia selalu merelakan hartanya untuk kita, disaat saya tidak mempunyai duit dia berusaha menolong dan saya juga sebaliknya disaat dia membutuhkan saya juga hadir untuk membantunya.

Sungguh semua yang dia lakukan membuat saya terharu , entah apa yang harus saya ucapkan kepada dia, saya sangat bangga sekali mempunyai sosok pasangan seperti dia sampai sekarang saya sangat bangga dengan dia, semua perbuatan yang dia lakukan membuat saya terdorong untuk membalasnya.

Didalam hubungan tidak selalu berjalan dengan baik sampai akhirnya kami putus, saya sangat sedih karena mungkin dia bosan , karena saya selalu marah kepada dia karena hal-hal sepele dan tidak penting.Saya sangat menyesal berbuat seperti itu dan saya mau merubah sifat saya menjadi lebih baik.

Dan kami pun akhirnya berhubungan lagi, tetapi dia mulai merubah sikap dia, entah apa penyebabnya yang pasti semua sifat asli dia keluar. LDimulai dari berbicara kasar, suka memutuskan hubungan kalau lagi emosi (entah berapa kali kami putus dan yang pasti sudah sering), gampang emosi, tetapi dia tetap perhatian.Pada saat itu juga saya mulai sadar bahwa dia begitu juga karena saya.Ibarat “Pasanganmu adalah cerminanmu” dan ternyata benar karena saya juga selalu emosi, saya sadar dan saya ingin merubah sikap, semua itu saya lakukan karena saya sudah sangat cinta sekali.

Saya juga mulai berfikir dewasa untuk tidak emosi lagi,tidak berbicara kasar terhadap perempuan dan sifat negative yang lainnya dan saya juga berniat untuk membalas perbuatan baik dia kepada saya. Jika dia emosi saya balas dengan tidak emosi dan berusaha menenangkan dia, jika dia ada masalah saya berusaha untuk membantu dia, disaat dia lapar saya datang kerumah dia untuk membawa makanan untuk dia, disaat dia kesulitan tugas SMK saya akan hadir untuk membantu dia, ketika dia sakit saya rela datang kerumah dia untuk membawakan obat untuk dia dan sampai saat itu saya dibelikan motor, saya langsung antar jemput dia karena kasian melihat dia yang mudah sakit, saya gak tega melihat dia yang gampang sakit. Hingga kami ingin Ujian Nasional pun saya ajarkan dia sampai dia mengerti.

Terlintas difikiran saya untuk hari-hari menjelang UN dan setelah UN untuk tidak mengecewakan dia, saya berusaha untuk membahagiakan dia. Saya mulai sedih dan saya mulai takut, karena setelah UN pasti kami akan berpisah.



6 bulan kami lewati bersama tibalah pengumuman UN dan kami pun lulus, dia sangat senang mendapatkan nilai bagus.
Tapi saya bersedih karena kami akan jarang bertemu dengan dia, saya takut kehilangan dia karena saya sangat mencintai dia.



Dia adalah sosok perempuan yang berjuang dan tidak mengenal lelah, padahal dia gampang sakit. Saya selalu semangat melihat perjuangan dia yang dia jalani, dimulai dari mengikuti SNMPTN (Perguruan Tinggi Negeri) , dia memilih 2 PTN di solo (saya lupa namanya) dan di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) , Sementara saya tidak ada usaha untuk masuk PTN karena saya tidak berminat. Saya hanya berminat di Perguruan Tinggi Teknologi Informatika saja, oleh karena itu saya memilih Universitas Gunadarma.

Saya mulai takut kehilangan dan jauh dari dia, setelah UN juga kita udah gak pernah ketemu, saya mulai kangen dan saya takut dia keterima di solo, lalu bagaimana dengan hubungan kami ? saya selalu berfikir untuk positif tapi ketakutan selalu datang ke fikiran saya.
Pada waktu malam tiba setelah sebulan yang lalu dia mengikuti SNMPTN Dan tibalah pengumuman PTN, hati saya berdebar-debar dan dalam hati berkata “semoga dia gak keterima di daerah solo” dan ternyata dia tidak diterima di solo melainkan dia keterima di Universitas Negeri Jakarta. wah saya sangat senang sekali mendengarnya,ternyata doa saya ga sia-sia. J
Setelah tau dia keterima, Saya langsung terlintas difikiran saya untuk memberikan apresiasi atas usaha yang dia lakukan, saya bergegas membelikan boneka , saya bungkus rapih dengan kertas kado , dan langsung saya antar kerumah dia untuk memberikan surprise.
Saat saya sampai dirumahnya dia pun terkejut, saya memberikan boneka.Kelihatannya dia sangat senang dengan surprise saya. Ya perjuangan saya gak sia-sia deh :D

Setelah menjelang libur lama akhirnya kami pun duduk di bangku perkuliahan, kami sudah sibuk, ketakutan mulai datang tetapi ketakutan itu tidak muncul, melainkan allah memberi jalan, walaupun kami jauh dan kami berbeda kampus, kita bisa membuktikan kalo saya dengan dia tuh benar-benar menjalani hubungan dengan serius , kita juga masih bisa ketemu di waktu luang, kita masih bisa jalan bareng. Saya juga selalu berusaha untuk membuat dia bangga berhubungan dengan saya, hampir setiap yang dia minta akan saya usahakan untuk memenuhinya.

Saya sangat senang memiliki pasangan seperti dia, walaupun saya sering sakit hati karena berbicaranya kasar, dan gampang mengakhiri hubungan seperti memainkan hubungan.tetapi saya sangat berterimakasih kepada dia karena dialah yang merubah saya menjadi lebih baik, tidak gampang marah,selalu mengalah, bersikap dewasa, bersikap jujur dan saya juga bisa merasakan bahwa saya mencintai dia apa adanya.


Ternyata allah swt itu maha adil terkadang saya selalu merasa bersalah jika dia menunjukan sikap yang kurang baik terhadap saya, karena saya juga dulu mempunyai sifat seperti itu. Saya merasa tersadar dan saya bersyukur kepada allah swt telah diberikan kasih sayang yang begitu besar kepada dia, saya selalu berdoa agar dia selalu menjadi yang terbaik, dan bisa mencintai saya apa adanya

Dan saya sudah menjalani hubungan selama 18 bulan dengannya J , waktu yang lama untuk suatu hubungan, kami pun banyak belajar, bahwa setiap masalah tidak berdampak negative, tapi juga mendatangkan positif. Jika sering bertengkar juga bukan karena tidak cocok melainkan sedang menyesuaikan diri dengan berfikir langkah apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi pertengkaran dalam hubungan, dan kami pun membuktikan bahwa hubungan jauh belum tentu tidak setia, tergantung dari manusia itu sendiri, intinya kepercayaan,kesabaran,pengertian jika dijadikan menjadi satu maka akan menghasilkan buah yang memuaskan dalam hubungan, saya juga sudah mengerti dia kalau lagi emosi,berbicara kasar, suka ngomong putus, pokoknya hal negative dia, semua saya terima.. baik buruknya dia saya terima, karena saya tidak ingin menjadi orang yang egois dan sempurna..

Terima kasih telah mendengar cerita saya, mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Wassalamualaikum Wr. Wb





Tidak ada komentar:

Posting Komentar