Minggu, 06 Oktober 2013

Ciri-Ciri , Unsur-Unsur dan Teori Organisasi



Manusia adalah Makhluk Sosial yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan saling berorganisasi satu sama lain agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Tetapi manusia mempunyai keterbatasan dalam hal kemampuan yang menyebabkan manusia tidak dapat mencapai tujuan tanpa adanya kerja sama. Hal inilah yang sangat mendasari pentingnya organisasi dalam kehidupan manusia.

Definisi secara umum Organsasi adalah Sekelompok manusia yang secara bersama-sama mempunyai visi dan misi dengan tujuan yang sama. 

Organisasi juga bisa dikatakan sebagai orang-orang yang mempunyai kemauan usaha , sudah dikoordinasikan dan tersusun dari sejumlah subsistem yang saling berhubungan dan saling berkaitan, bekerja sama atas dasar pembagian kerja, peran, dan wewenang serta memounyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.


Ciri-ciri organisasi sebagai berikut:

-          Organisasi adalah lembaga sosial yang terdiri dari sekumpulan manusia dengan berbagai pola interaksi yang sudah ditetapkan
-          Organisasi dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan
-          Organisasi sudah dikoordinasikan dan sudah dibuat secara tersusun
-          Organisasi adalah instrumen sosial yang mempunyai batasan yang relatip dapat diidentifikasikan

Unsur-unsur Organisasi

Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut :
-          Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama
-          Proses kerjasama sedikitnya antara 2 orang
-          Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
-          Ada Tujuan tertentu


  • Sebagai Wadah atau Tempat Untuk Bekerja Sama


            Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerjasama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat disini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat disini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerjasama dengan beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah menjadi sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.


  • Proses kerjasama sedikitnya antar dua orang


            Suatu organisasi selain merupakan tempat kerjasama juga merupakan proses kerjasama sedikitnya antar dua orang, maka organisasi itu disusun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerjasama dilakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk dilaksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, dimana hubungan antar kerjasama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.


  • Jelas tugas kedudukannya masing-masing

            Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat dihindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain


  • Ada tujuan tertentu


            Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik. Selain itu dengan cara mengorganisasi secara baik akan mendapat keuntungan antara lain sebagai berikut :

Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :

-          Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama
-          Harus ada orang-orang yang bekerja sama
-          Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas
-          Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai

Teori Organisasi

            Dalam membahas mengenai teori organisasi adalah mencakup semua masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan diberlakukan beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Yaitu meliputi Teori Organisasi Klasik, Teori Organisasi Neoklasik dan Teori Organisasi Modern

Teori Organisasi Klasik :

            Teori Klasik (Classic Theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional yang isinya berupa konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun 1800an (abad 19). Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai teori yang sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku dan tidak mengandung kreativitas.
Teori Klasik dapat didefinisikan sebagai organisasi yang mempunyai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain yang terjadi saat orang-orang bekerja sama.

            Teori Klasik berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, diantaranya adalah : Teori Birokrasi, Teori Administrasi dan Teori Manajemen Ilmiah


  • Teori Birokrasi


            Teori Birokrasi adalah Teori yang dikemukakan oleh Max Weber dalam bukuna yang berjudul “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism”. Kata Birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Maksud dari legal adalah mempunyai wewenang berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas dan maksud dari rasional adalah  dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Karakteristik-karakteristik birokrasi menurut Weber adalah :

-          Pembagian kerja yang jelas
-          Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik
-          Program rasional dalam pencapaian tujuan organisasi
-          Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja
-          System aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan
-          Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal
  

  • Teori Administrasi


            Teori Administrasi sebagian besar dikembangkan oleh Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika
            Henri Fayol seorang industrialis dari perancis yang hidup pada tahun 1841-1925 mengemukakan pendapatnya dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar atas perkembangan teori administrasi yaitu :
-          Pembagian kerja (division of work)
-          Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
-          Disiplin (Dicipline)
-          Kesatuan Perintah (Unity of Command)
-          Kesatuan Pengarahan (Unity of Direction)
-          Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (Subordination of Individual Intereststo General Interests)
-          Balas Jasa (Remuneration of Personnel)
-          Sentralisasi (Centralization)
-          Rantai Skalar (Scalar Chain)
-          Aturan (Order)
-          Keadilan (Equity)
-          Kelanggengan personalia (Stabily of Tenure of Personnel)
-          Inisiatif (Initiative)
-          Semangat korps (Esprit de Corps)

            Henri Fayol juga memerinci fungsi-fungsi kegiatan administrasi menjadi elemen-elemen manajemen yang dikenal sebagai Fayol’s Functionalism atau Teori Fungsionalisme Fayol yaitu : Perencanaan, Pengorganisasian, Pemberian Perintah, Pengkoordinasian dan Pengawasan
James D. Mooney dan Allen Reilly pada tahun 1931 menulis dan menerbitkan buku mereka, “Onward Industry”. Mereka menyebut koordinasi sebagai factor terpenting dalam perencanaan organisasi dan menekankan tiga prinsip organisasi yaitu :

-          Prinsip Koordinasi
-          Prinsip Skalar
-          Prinsip Fungsional

Manajemen Ilmiah

Manajemen Ilmiah (Scientific Management) mulai dikembangkan pada tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Teori Manajemen Ilmiah masih banyak dijumpai dalam praktek-prakter modern. Ada dua pendapat tentang Manajemen Ilmiah, pendapat pertama Manajemen Ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Sedangkan Pendapat kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik ‘a bag of tricks’ untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi

Taylor dalam teorinya mengemukakan empat kaidah dasar manajemen yang dilaksanakan dalam organisasi , yaitu :

-          Menggantikan metoda-metoda kerja dalam praktek dengan berbagai metoda yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar
-          Mengadakan seleksi, latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah
-          Pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan
-          Untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah perlu dikembangkan semangat dan mental para karyawan

Pengembangan manajemen ilmiah tersebut terutama tampak pada perkembangan teknik-teknik, riset operasi, simulasi, otomatisasi dan lain-lain dalam pemecahan masalah manajemen dan organisasi

Teori organisasi klasik sepenuhnya hanya menguraikan organisasi formal, pengertian organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut. Didalam organisasi formal ada empat unsur pokok yang selalu muncul yaitu :

-          Sistem kegiatan yang terkoordinasi
-          Kelompok Orang
-          Kerjasama
-          Kekuasaan dan Kepemimpinan

Dari keempat unsur pokok tersebut dapat digabung dan menjadi definisi organisasi formal yaitu “Suatu sistem kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan dibawah kekuasaan dan kepemimpinan.

Menurut para pengikut aliran teori organisasi klasik, adanya suatu organisasi formal sangat bergantung pada empat kondisi pokok, yaitu :

-          Kekuasaan
-          Saling melayani
-          Doktrin (rumusan tujuan organisasi)
-          Disiplin (perilaku yang ditentukan oleh perintah)

Untuk membentuk suatu organisasi, ada beberapa tiang dasar yang penting yaitu :

-          Pembagian kerja, yang merupakan tiang dasar yang paling penting dan sebagai alas an utama untuk koordinasi
-          Proses scalar dan fungsional merupakan proses pertumbuhan vertical dan horizontal organisasi
-          Struktur merupakan antara berbagai kegiatan yang berbeda yang dilakukan dalam suatu organisasi
-          Rentang kendali (Span of Control), berhubungan dengan berapa banyak seorang atasan tersebut dapat mengendalikan bawahan secara efektif

Teori Organisasi Neoklasik

Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The Human Relation Movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Dasar teori ini ada pada menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar ini maka teori neoklasik mendefinisikan “Suatu Organisasi” sebagai sekelompok manusia yang mempunyai tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howbhorne dan dari tulisan Huga Munsterbag
Hugo Munsterberg dikenal sebagai pencetus psikologi industry dan tulisannya yang paling menonjol ada pada buku yang berjudul “Psychology and Industrial Efficiency” pada tahun 1913. Munsterberg menekankan adanya beberapa perbedaan karakteristik individual dalam organisasi dan mengingatkan adanya pengaruh factor sosial dan budaya terhadap organisasi.
Dari tahun 1924 sampai 1932 Howthorne melakukan percobaan yang menandai permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi. Di dalam studi Howthorne tersebut telah memperkenalkan gagasan bahwa organisasi adalah suatu sistem terbuka dimana segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan erat dan pada akhirnya percobaan-percobaan howthorne menunjukkan bagaimana kegiatan pengelompokkan kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.

Dalam hal pembagian kerja, teori neoklasik telah mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut :

-          Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
-          Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi
-          Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para junior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

Teori Organisasi Modern
 
            Teori modern disebut juga sebagai analisa sistem pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem yang tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.
            Teori modern dikembangkan sejak tahun 1950. Dalam banyak hal yang mendalami teori modern berbeda dengan teori klasik, perbedaan tersebut diantaranya adalah :

-          Teori klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan teori modern dengan menekankan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh
-          Teori Klasik telah membicarakan konsep koordinasi, scalar dan vertical. Sedangkan Teori modern lebih dinamis daripada teori lainnya dan meliputi lebih banyak variable yang dipertimbangkan

           Teori modern menyebutkan bahwa kerja saatu organisasi adalah sangat kompleks ,dinamis ,multilevel ,multidimensional , multivariable, dan probabilistik. Dengan analisa sistem teori organisasi modern mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang saling berhubungan, pertanyaan kunci tersebut diantaranya adalah :

-          Apa yang merupakan bagian-bagian saling bergantung
-          Apa yang menyebabkan mereka saling bergantung
-          Proses-proses inti apa yang menghubungkan bagian-bagian secara bersama-sama dan memberikan penyesuaian satu sama lain
-          Tujuan apa yang hendak dicapai melalui sistem

            Konsep Sistem Umum menjadi dasar utama analisa organisasi dalam teori modern. Dan secara ringkas kedua teori ini, baik teori modern maupun teori sistem umum mempelajari :

-          Bagian-bagian dalam keseluruhan dan pergerakan individu di dalam dan di liar sistem
-          Interaksi individu-individu dengan lingkungan yang terjadi dalam sistem
-          Interaksi diantara individu-individu dalam sistem
-          Masalah-masalah pertumbuhan dan stabilitas sistem

            Teori modern menunjukan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada sistem manusia dalam perilakunya berorganisasi, yaitu :

-          Komunikasi
-          Konsep keseimbangan
-          Proses pengambilan keputusan

            Perkembangan teori organisasi yang telah dibahas, memberikan dasar munculnya berbagai pendekatan manajemen yang berbeda-beda, adapun pendekatan-pendekatan manajemen tersebut adalah :

-          Pendekatan proses, pendekatan ini disebut juga sebagai pendekatan fungsional, operasional, universal dan tradisional
-          Pendekatan keperilakuan (behavior approach), pendekatan ini sering juga disebut pendekatan hubungan manusiawi (Human Relation Approach)
-          Pendekatan Kuantitatif (Quantitative Approach) sering dinyatakan dengan  istilah Management Science ataupun Operation Research
-          Pendekatan sistem
-          Pendekatan contingency (Situasional)

 Daftar Pustaka :

  Widyatmini & Izzati A, Pengantar Organisasi & Metode, Jakarta: Gunadarma, 1996.

Sumber referensi :























Tidak ada komentar:

Posting Komentar